Jumat, 23 Maret 2012

Kahona Bukan Bali

0 komentar
INDAHNYA KAHONA: Pesona Pantai Kahona di Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng),Sumut, tak kalah indah dari pantai Kuta Bali. Di Pantai inilah syuting film Mursala, berlatar budaya Batak yang siap diproduksi April mendatang. Adalah rumah produksi Raj’s Production yang menggelontorkan biaya produksi film yang penggarapannya oleh sutradara Viva Westy. Film Mursala mulai syuting sekitar bulan Maret-April 2012, mengambil lokasi di Tapteng dan Jakarta, melibatkan sejumlah artis ibukota seperti Titi Sjuman dan Rio Dewanto yang diharapkan membawa pesan promosi pariwisata di Tapteng. (Foto: Marihot Simamora)
TAPTENG- Pesona keindahan pantai yang mulai didandani itu kini mampu menghipnotis mata. “Ini Kahona Bung, bukan Bali,” tandas Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang saat meninjau persiapan lokasi syuting film Mursala, Cinta Versus Adat, di Pantai Kahona, Pandan, seperti diberitakan Metro Tapanuli (Grup JPNN) hari ini .

Ungkapan itu menyiratkan bahwa pesona Kahona yang ada di Tapteng tak kalah dengan pantai di Bali.

Rupanya, mantan pengacara dari Jakarta itu juga ikut berakting dalam film yang juga mengangkat keindahan sejumlah objek wisata bahari Tapteng itu, seperti eksotikanya air terjun unik Pulau Mursala, dan alam bawah lautnya. Bonaran menjelaskan, Tapteng kaya akan potensi wisata bahari dan alam. Tinggal bagaimana memolesnya dengan kemasan yang menjual.

”Seperti Pantai Kahona ini, sebenarnya tidak kalah indahnya dengan pantai-pantai ternama lainnya. Bahkan pantai di Bali atau yg ada di luar negeri sekalipun. Hanya saja dibutuhkan kemauan, dukungan dan kerja keras untuk menggali potensinya. Bagaimana kita menata dan me-make up-nya menjadi sebuah objek wisata pantai yang mempesona,” ungkap Bonaran. Dikatakannya, Pantai Kahona sengaja dipilih sebagai salahsatu lokasi syuting film Mursala sekaligus mempromosikannya ke seluruh penjuru dunia.

“Jadi bukan hanya sebatas ke Sumut atau Indonesia saja, tapi kita mau jual wisata kita ini hingga ke luar negeri. Karena film itu nantinya juga akan ikut beberapa festival perfilman skala internasional,” terang Bonaran. Ditambahkannya, majunya industri wisata di Tapteng nantinya sejalan dengan meningkatnya tingkat perekonomian masyarakat.

Bahkan, andil masyarakat dan pihak swasta yang diutamakan. Pemerintah daerah hanya sebagai pembuat kebijakan dan fasilitator.

“Kalau apa yang kita programkan ini berhasil wisatawan akan datang membawa uang. Tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkan peluang bisnis itu. Pihak investor swasta pun akan melirik dan tertarik berinvestasi di daerah kita ini. Artinya, secara otomatis peluang usaha dan lowongan kerja akan terbuka lebar,” terang Bonaran.

Sementara itu Produser film Mursala, Cinta Versus Adat, Ria Anna Sinaga SH pun memuji pesona Pantai Kahona. “Wah, ternyata Kahona luar biasa. Saya tidak menyangka jadi seindah ini. Ini potensi besar,” tutur Ria Anna Sinaga SH.

Perempuan berparas cantik ini menggambarkan sekilas soal peran Bonaran dalam filmnya nanti. Bahwa Bonaran akan memerankan sosok pria misterius yang sering terlihat berolahraga pagi di Pantai Kahona. Sambil lari-lari pagi, pria itu mengutipi sampah-sampah yang mengotori pantai itu.

“Jadi pemeran utamanya sering ketemu pria misterius itu saat lari pagi di tepi pantai. Sambil olahraga, pria itu mengutipi sampah-sampah di pantai. Pemeran utama sebelumnya tidak tahu kalau pria itu adalah Bupati. Tapi akhirnya diketahui juga dari foto pada baliho pemerintah daerah yang dipajang di persimpangan jalan begitu,” terangnya. (mor)

Leave a Reply

Tiada gading yang tak retak, tiada BLOG yang sempurna... maka, silahkan KOMENTAR sebagai saran dan langkah ke depanku untuk lebih maju.. thanks for visit,